Kamis, 12 Maret 2015


Setiap tanggal 21 April pukul sepuluh pagi waktu Tel Aviv, orang-orang Zionis biasanya menghidupkan sirene dan alarm di segenap penjuru Palestina yang dirampas. Seluruh orang Yahudi di Palestina maupun di luar Palesitna berdiri selama satu menit untuk berkabung, sebagaimana yang mereka klaim, atas pembantain 6 juta orang Yahudi oleh Nazi Jerman dengan mengurung dan mengeksekusi mereka di kamar gas di bawah perintah Hitler.

Jumlah yang fantastis ini hanyalah sebuah rekayasa. Hal tersebut akan kami jelaskan secara rinci. Namun sebelum itu perlu diingat bahwa genosida tersebut dilatar belakangi oleh “pengkhianatan, sebagaimana biasa mereka lakukan, terhadap perjanjian mereka dengan Hitler, dengan melarikan aset emas mereka ke Swis kemudian diteruskan ke Amerika.Kekayaan yang mereka kuras dari keringat dan darah rakyat Jerman dan Eropa secara umum ini kemudian menjadi kekuatan modal dan senjata lobi Yahudi untuk menikmati tatanan dunia baru dan nyaris menyetir kebijakan dunia internasional yang menutup mata terhadap perbuatan mereka di bumi Palestina dan saudara-saudara kita di sana, pemberangusan, penghancuran, embargo, dan pengusiran.

 “Oleh karena itu reaksi Hitler merupakan sesuatu yang wajar terjadi.Selain itu penangkapan terhadap orang-orang yang terlibat dalam kegiatan mata-mata dan pelarian aset, kemudian penjatuhan hukuman juga dilakukan Nazi terhadap orang-orang Jerman sendiri dengan tuduhan makar dan pengkhiatan tingkat tinggi.Jumlah orang-orang Yahudi yang ditangkap sesungguhnya kurang dari tiga ratus ribu jiwa. Tetapi jumlah ini kemudian digelembungkan secara fantastis oleh propagandis Yahudi menjadi enam juta jiwa. Faktanya jumlah orang Yahudi di seluruh Eropa termasuk Rusia pada waktu itu tidak mencapai setengah angka tersebut. Jelas genosida enam juta Yahudi merupakan propaganda fiktif.Berdasarkan data statistik Eropa sebelum Perang Dunia II jumlah total Yahudi di Eropa ialah 6,5 juta jiwa. 

Artinya Yahudi di Eropa musnah pascaperistiwa Holocaust. Ini pun dengan mengenyampingkan data keimigrasian Eropa yang mencatat gelombang migrasi 1,5 juta Yahudi Jerman periode 1933 – 1945 ke Inggris, Swedia, Spanyol, Australia, China, India, Palestina dan Amerika Serikat.Pada tahun 1939 berdasarkan data statistik pemerintah Jerman terjadi migrasi 400.000 (empat ratus ribu) Yahudi dari Jerman, dan 480.000 (empat ratus delapan puluh ribu) orang dari Austria dan Cekoslovagia, dan dua juta orang lebih ke Uni Soviet. Migrasi besar-besaran ini merupakan rangkaian dari misi pemukiman Yahudi di Madagaskar, tetapi mereka merubah arah ke berbagai negara, sementara aset mereka tidak berhasil disita. Jika harta mereka berhasil dirampas Nazi saat itu tentu mereka tidak akan menguasai perekonomian dunia seperti hari ini.Data-data di atas menunjukkan bahwa populasi Yahudi Eropa tidak lebih dari dua juta orang. Hal ini dikuatkan oleh data tahun 1938 yang mana jumlah populasi Yahudi di seluruh dunia 16,5 juta jiwa. Jika korban Holocaust benar 6 juta jiwa tentu yang masih hidup tinggal 10,5 juta jiwa.
 Tetapi data sepuluh tahun setelah peristiwa tersebut, tahun 1948, diumumkan bahwa jumlah orang-orang Yahudi di dunia ialah 18,5 juta jiwa. Jika jumlah korban Holocaust 6 juta jiwa selama Perang Dunia II, mustahil pertumbuhan 10 juta orang yang tersisa dalam sepuluh tahun menjadi 18,5 juta.Tidak satu teori kependudukan pun membenarkan angka pertumbuhan ini. Dengan demikan Holocaust tidak lebih dari sebuah kebohongan terbesar dalam sejarah; enam juta orang Yahudi terbunuh, padahal total jumlah mereka di Eropa tidak lebih dari dua juta orang. Di samping itu tidak semua negara Eropa berhasil dikuasai Jerman.Lalu bagaimana nasib jutaan orang Polandia, Rusia dan negara-negara lain yang turut menjadi korban perang? Mengapa nasib mereka diabaikan?Skandal lainnya ialah cerita tentang ruangan gas tempat berlangsungnya eksekusi dengan gas bercun. Cerita ini tidak benar, tidak ada satu pun sesuatu yang dapat disebut sebagai gudang gas yang dapat menampung ribuan orang di mana orang-orang Yahudi ditempatkan untuk dieksekusi dengan gas beracun.

Yang ditemukan hanyalah ruangan kecil tempat memproduksi insektisida dan pestisida. Tidak dipungkiri terjadinya pembakaran tubuh manusia, tetapi dilakukan terhadap mayat korban penyakit typus yang memakan banyak korban pada tahun-tahun terakhir perang karena berkurangnya pelayanan kesehatan setelah hancurnya bunker-bunker bawah tanah milik Jerman.Tidak masuk akal pula Jerman menghabiskan energi dan bahan bakar yang begitu besar untuk mengeksekusi dan membakar 6 juta orang padahal mereka sangat membutuhkannya di front-front tempur melawan Sekutu.Keterangan di atas dikuatkan oleh sejarawan Prancis Paul Rassinier yang waktu itu bertugas di salah satu kamp yang disebutnya sebagai kamp produktif penyangga perang dalam bukunya The Drama of The European Jews. Dalam bukunya tersebut Rassinier mengemukakan keterangan yang mengejutkan. Menurutnya dokumentasi-dokumentasi yang dipublikasikan kepada dunia sebenarnya merupakan bagian dari arsip pemerintah Jerman sendiri.Foto-foto itu oleh Pemerintah Jerman dimaksudkan untuk mendokumentasikan dan mempublikasikan buruknya wabah kelaparan dan penyakit Typus di Jerman, khususnya pada tahun terakhir berlangsungnya perang. Foto utama yang dijadikan barang bukti genosida Yahudi pada Mahkamah Nurnberg tidak lain adalah foto korban bombardir pesawat-pesawat sekutu di kota Dresden Jerman tanggal 13-15 Februari 1945.


Peristiwa itu sendiri termasuk menimbulkan kerusakan terparah selama Perang Dunia II; 9.000 ton yang dijatuhkan ke kota tersebut meratakan 24.866 buah rumah dari 28.410 rumah yang ada waktu itu, menghancurkan 72 sekolah, meluluhlantakkan 22 rumah sakit, 18 gereja, 5 gedung teater, 50 bank, 61 hotel, dan 31 pusat perdagangan. Diperkirakan 25.000 – 35.000 orang meregang nyawa menjadi korban.Publikasi fiktif penggelembungan jumlah korban ini disokong oleh siasat Uni Soviet yang berkepentingan untuk meluaskan pengaruh dan kekuasaannya di Eropa menggantikan Jerman, di samping menutupi kejahatan mereka terhadap tawanan perang.Jika sejarah tidak lupa mencatat, sesungguhnya orang-orang Yahudi pada awalnya merupakan sekutu Hitler, karena menurut asumsi mereka Hitler akan memenangkan perperangan. Kedekatan mereka ini dibuktikan dengan diizinkannya mereka pada awalnya berimigrasi ke Amerika Serikat. Hitler baru bertindak represif menindas mereka setelah mereka mengkhianati Hitler dan menghentikan suplai dana yang diharapkan dan dibutuhkannya untuk pengembangan instrustri militer.

Penarikan dukungan di tengah jalan yang dilakukan Yahudi –sebagaimana kebiasaan mereka –bukan karena kebencian mereka terhadap Hitler dengan Nazinya, atau kecintaan mereka terhadap perdamaian. Tetapi karena menurut hitung-hitungan mereka, Hitler tidak akan mampu bertahan lama, setelah sebelumnya kemenangan demi kemenangan Nazi pada fase awal pecahnya perang menggoda mereka untuk memberikan dukungan finansial demi keuntungan yang akan mereka dapatkan di kemudian hari.Orang-orang Yahudi tidak akan bergabung kecuali bersama pihak-pihak yang menjanjikan keuntungan kapitalis.
Hitler melakukan penangkapan hanya terhadap golongan borjuis Yahudi, para direktur bank dan lembaga-lembaga keuangan, para pebisnis dan saudagar kaya. Apakah jumlah mereka mencapai angka 300.000 orang? Dapat dipastikan itu mustahil dan tidak logis.

 Lalu dari mana 6 juta orang yang diklaim orang-orang Yahudi tersebut? Jelas para propagandis Yahudi tidak sembarang mereka-reka angka tersebut.Terdapat beberapa motiv di balik itu, dan yang terpenting ialah melakukan tekanan kepada masyarakat Eropa secara psikis dan finansial, mendapatkan ganti rugi yang besar dari pemerintah Jerman. Bantuan tersebut kemudian berperan secar signifikan mendanai dan menyokong penjajahan Yahudi di Palestina untuk memobilisasi tentara bayaran, para pakar, senjata, dan kebutuhan-kebutuhan lain untuk menguatkan kedudukan mereka di Palestina.

 Demikian siasat licik mereka, pemerintah Jerman yang kalah perang berkewajiban membayar ganti rugi yang berkesinambungan kepada mereka atas nama 6 juta orang korban yang direkayasa.Orang-orang Yahudi begitu lihai mencermati setiap peluang meraup keuntungan tanpa memperdulikan rasa kemanusiaan dan empati kepada sesama, karena mereka memang tidak memilikinya. 
Pascaperang negara-negara Eropa membutuhkan dana yang sangat besar untuk melakukan rekonstruksi dan rehabilitasi pembangunan. Untuk mendapatkan pinjaman dari Amerika Serikat –yang mana aset Yahudi dilarikan ke sana –mereka menekan negara-negara tersebut untuk mengakui rekayasa Holocaust dengan jumlah korban rekaan mereka sebagai fakta.Orang-orang yang meragukan angka terebut di sebagian negara Eropa Barat harus diinterogasi sebagai kriminalis dan dijatuhi hukuman penjara. Peraturan ini dituangkan dalam perundang-undangan resmi yang mereka sebut Undang-Undang Anti Semitish. Yang bersangkutan kemudian dilarang bekerja di pemerintahan dan memegang jabatan strategis, demikian juga –secara tidak langsung maupun terang-terangan –dengan keluarganya. Jika sebelumnya mereka telah bekerja di instansi tertentu, maka mereka tidak diberi kesempatan untuk meningkatkan karier, sebagai sanksi terhadap antipati mereka kepada Yahudi.Kita tidak menafikan secara mutlak penganiayaan yang dialami oleh orang-orang Yahudi. Benar, mereka mengalami penganiayaan di Eropa, tetapi tidak separah yang diilustrasikan propagandis Yahudi yang hendak mendoktrin komunitas dan generasi penerus mereka bahwa “Yahudi bangsa yang teraniaya,” dan menanamkan rasa bersalah kepada mereka dalam diri orang-orang Eropa.Anehnya, dalam masyarakat Eropa terkenal sebuah tradisi yang disebut “Bohong Bulan April.”Setiap orang pada bulan ini melontarkan semacam anekdot yang mereka namakan “Kebohongan Putih.” Pada bulan ini pula ditetapkan satu hari, tepatnya tanggal 21, sebagai peringatan Holocaust. Pertanyaannya, apakah penetapan tanggal dalam bulan ini merupakan sebuah kebetulan belaka atau itulah kebohongan besar bulan April yang sesungguhnya?

Informasi Seputar Holocaust

Holocaust digunakan oleh orang-orang Yahudi untuk menunjuk kepada peristiwa genosida (pembunuhan besar-besaran secara terencana terhadap suatu bangsa) yang dilakukan oleh Nazi terhadap Yahudi Eropa. Holocaust sendiri menurut terminologi agama Yahudi ialah kurban yang dipersembahkan kepada Tuhan. Kurban ini menurut mereka merupakan ritual tersuci. Dengan demikian mereka menyerupakan diri mereka dengan kurban yang dibakar, mereka dibakar menjadi martir karena mereka, menurut mereka, adalah bangsa paling suci.Di Amerika Serikat terdapat tujuh museum besar Holocaust, yang terbesar dan menjadi pusat ritual peringatan peristiwa ini ialah Museum Holocaust Wasingthon.Anggaran belanja tahunan Museum Holocaust Wasingthon yang didirikan oleh pemerintah Federal AS sebesar $ 50.000.000 (lima puluh juta Dolar AS), 60% atau 30 juta berasal dari kas pemerintah Federal (pemerintah pusat AS).Survei terakhir membuktikan bahwa sebagian besar orang Amerikan mengaku mengetahui peristiwa Holocaust, sebaliknya sebagian kecil saja yang mengaku mengetahui peristiwa bom atom Hiroshima. Padahal peristiwa Holocaust Nazi semenjak berakhirnya Perang Dunia II sampa akhir tahun 60 hanya menarik perhatian sejumlah kecil masyarakat Amerika. 

Organisasi-organisasi Yahudi memanfaatkan Holocaust Nazi untuk mengalihkan isu Israel dan politik pendudukan mereka yang tidak bermoral. Mereka berusaha dengan segala cara untuk menghalangi pandangan kritis terhadap keotentikan sejarah Holocaust.
Pada suatu masa, peringatan Holocaust merupakan kegiatan tunggal sebagian perkumpulan Yahudi di Amerika. Seremonial ini kemudian memberikan hasil berkesinambungan. Holocaust pun menjadi modal dan jualan mereka, kemudian menjelma menjadi industri yang mereka sebut industri Holocaust. Mereka berusaha mengeruk keuntungan finansial berupa ganti rugi secara berkesinambungan, hukuman dan denda dari orang-orang yang menolak mempercayainya.Terdapat tujuh belas negara yang melaksakan dan mendukung pelajaran tentang Holocaust di sekolah-sekolah mereka.Publikasi dan propaganda Holocaust merupakan pengalihan isu menolak sikap kritis terhadap Yahudi supaya mereka tetap dipandang sebagai korban yang teraniaya, dan untuk mendapatkan keuntungan besar yang terpenting yaitu pembenaran terhadap kejahatan zionis dan dukungan Amerika Serikat terhadap mereka, dan mengeruk keuntungan finansial dari negera-negara Eropa untuk kepentingan negara penjajah ini.Holocaust adalah kejadian khusus, Yahudi adalah bangsa dengan karakter khusus pula. Holocaust menampakkan karakter Yahudi, menjadi alasan bagi mereka untuk menganggap diri mereka sebagai bangsa yang teraniaya yang oleh karena itu berhak untuk melakukan apa saja untuk mempertahankan eksistensi mereka. 

Orang-orang Yahudi mengganggap mereka selalu jadi korban, tidak pernah salah. Bangsa lainlah yang selalu menjadi biang keladi semua permasalahan.Setelah mengetahui informasi-informasi tersebut beranikah kita mendirikan museum atau pameran yang melukiskan penderitaan kaum muslim di Palestina di bawah penjajahan Yahudi yang masih saja melakukan berbagai tindak kekerasan dengan kejam, penganiayaan, dan pengusiran terhadap keluarga-keluarga kita? Tuduhan apakah yang akan ditudingkan negara-negara Barat kepada negara-negara kita yang nota bene negara Islam, jika pemerintah hendak mendokumentasikan dan mengabadikan kejahatan Yahudi di Palestina yang terjajah dan tertindas semenjak orang-orang Yahudi tersebut menginjakkan kaki mereka di sana sampai sekarang dan hari esok?Menghadapi perilaku khianat dan tidak menepati janji orang-orang Yahudi, benarlah apa yang dikatakan oleh Hitler dalam bukunya, Mein Kampf, “Sesungguhnya saya mampu untuk menghabisi seluruh orang Yahudi di dunia, tetapi saya biarkan sebagian mereka tetap hidup supaya kalian tahu mengapa saya membunuhi mereka.”  

Seiring perjalanan waktu saya pun tahu bahwa tidak satu pun perbuatan yang menyimpang, tidak satu pun kejahatan yang dilakukan oleh suatu bangsa, melainkan Yahudi turut serta melakukannya!!” Sungguh janggal, orang-orang yang mengaku selamat dari genosida Holocaust justru melakukan hal yang serupa terhadap bangsa Palestina. Bagaimana korban kejahatan kemanusiaan bisa berproses menjadi penjahat yang lebih sadis?Akhirnya harus kita akui bahwa bagaimana pun orang-orang Yahudi tetaplah musuh Allah, pembunuh para Nabi, musuh setiap agama samawi bahkan agama Yahudi itu sendiri. Kita katakan kepada mereka, bahkan meskipun korban Holocaust mencapai 6 juta, itu tidak seberapa dibanding jumlah kalian yang akan menjadi korban di suatu masa nanti insya Allah pada saat bebatuan dan pepohonan ikut berbicara dan berkata sebagaimana yang diberitakan oleh Nabi , “Wahai orang Islam, wahai Abdullah, ini di belakangku ada orang Yahudi, ke sinilah, bunuhlah dia.” Maka tunggulah kami, kami akan datang insyaa Allah.
Sumber: Majalah Qiblati"Holocaust Rekayasa Pembantaian Yahudi"Oleh: Syaikh Mamduh Farhan al-Buhairy, Mein Kampf-Adolf Hitler.
Read More

Keruntuhan Khilafah Islamiyah pada tahun 1342 H (1924 M) tidak hanya menjadi musibah terbesar bagi umat Islam. peristiwa itu juga menyebabkan perubahan besar pada tata politik internasional.  Sejak saat itu, kaum Muslim praktis tidak lagi memiliki pengaruh pada relasi politik internasional.   Bahkan  pada level tertentu, umat Islam hanya menjadi obyek permainan dan persekongkolan busuk negara-negara imperialis Barat. Harta mereka dijarah. Kehormatan mereka dilecehkan. Darah mereka ditumpahkan oleh musuh-musuh Islam dan kaum Muslim tanpa ada perlawanan berarti. Islam pun tidak lagi bisa diterapkan secara utuh dalam ranah individu, masyarakat dan negara.  Jika pun ada penerapan Islam,  itu pun dibatasi dan atas ijin para penguasa sekular.
Mengapa Khilafah Islamiyah bisa diruntuhkan? Apa penyebabnya? Langkah-langkah apa pula yang harus dilakukan umat Islam untuk mengkonstruksi kembali Khilafah Islamiyah pada masa datang?

Sebab-sebab Keruntuhan Khilafah
Keruntuhan Khilafah Islamiyah disebabkan oleh dua faktor penting: (1) faktor internal; (2) faktor eksternal.
Faktor Internal.
1.   Kemunduran taraf berpikir umat Islam.
Pada dasarnya eksistensi sebuah negara dan peradaban ditentukan oleh sejauh mana penjagaan penguasa dan rakyatnya terhadap pemahaman, standarisasi dan sistem nilai yang mereka anut.  Daulah Islamiyah dan peradaban Islam tegak di atas mafahim (pemahaman), maqayis (tolok ukur) dan qana’at (tradisi) Islam.  Daulah Islamiyah tetap tegak dan berdiri kokoh manakala penguasa dan rakyatnya memiliki keterikatan dan kesadaran tinggi terhadap tiga hal tersebut.  Sebaliknya, ketika penguasa dan rakyat tidak lagi terikat dengan mafahim, maqayis dan qana’at Islam, maka Daulah Islamiyah telah kehilangan pilar penyangganya.  Keruntuhannya pun tinggal menunggu waktu.  Namun, ketika taraf berpikir umat Islam tinggi, dengan cepat mereka bisa pulih dari goncangan dan bencana.  Ketika Kekhilafahan Islam di Baghdad dihancurkan oleh bangsa Tartar, dengan cepat mereka berhasil mendirikan Khilafah di tempat lain, dan dengan cepat pula kekuatan bangsa Tartar bisa dihancurkan.  Bahkan ketinggian berpikir umat Islam saat itu mampu mengubah bangsa Tartar yang awalnya memusuhi Islam berbalik menjadi pemeluk dan pembela Islam yang gagah berani.  Sebaliknya, tatkala taraf berpikir umat Islam merosot, mereka hanya duduk tercenung saat Khilafah Islamiyah dihancurkan oleh musuh-musuh Islam. Padahal saat itu mereka tengah ditimpa musibah paling besar.  Mereka tidak bergerak, sebagaimana umat-umat terdahulu.
2.  Kemunculan organisasi dan gerakan yang merongrong Khilafah Islamiyah dari dalam.
Gerakan-gerakan ini tidak saja menciptakan instabilitas dan perpecahan, tetapi juga menyebarkan pemikiran-pemikiran beracun di tengah-tengah kaum Muslim.   Di antara gerakan-gerakan yang tercatat dalam buku sejarah kelam umat Islam adalah gerakan Wahabi. Gerakan ini tidak saja menciptakan friksi dan perpecahan di tengah-tengah kaum Muslim, namun juga menumbuhsuburkan “fanatisme mazhab” dan bibit-bibit disintegrasi.   Gerakan ini menyerang mazhab-mazhab lain dan tidak segan-segan menggunakan kekuatan fisik.  Berkat dukungan Inggris, Dinasti Saud dan gerakan Wahabi berhasil memisahkan wilayah Hijaz dari Khilafah ‘Utsmaniyah serta mendirikan negara yang berasaskan mazhab tertentu.    Di kemudian hari, gerakan ini juga berhasil menyibukkan umat Islam dalam persoalan khilafiyah, dan memalingkan mereka dari perkara-perkara yang lebih penting.
3.  Kesadaran politik umat menurun dan mental para penguasa Islam rusak.
Menurunnya kesadaran politik  dan rusaknya mental para penguasa Islam menyebabkan mereka mudah diperalat dan diperdaya oleh musuh-musuh Islam dan kaum Muslim. Mereka tidak bisa membedakan mana musuh dan kawan. Mereka tidak bisa menakar sejauh mana bahaya yang ditimbulkan oleh sebuah tindakan. Mereka tidak bisa memahami hakikat yang ada di balik statemen dan langkah-langkah politik musuh-musuh Islam. Mereka pun tidak bisa merumuskan langkah yang tepat untuk menyelesaikan problem-problem politik di wilayah mereka.
Para penguasa Islam saat itu juga tak segan-segan bersekongkol dengan negara-negara kafir untuk menghancurkan eksistensi Khilafah Islamiyah.  Contoh paling baik untuk menggambarkan hal ini adalah Dinasti Saud yang rela menghambakan dirinya pada kepentingan kaum kafir.  Contoh lain adalah persekongkolan Wali Mesir Mohammad Ali dengan Prancis untuk memisahkan diri dari Khilafah Islamiyah pada tahun 1830-an.  Contoh lain adalah Kekhilafahan Utsmaniyah terakhir yang kebijakan-kebijakannya justru menjadi sebab keruntuhan Khilafah Islamiyah, mulai dari pengadopsian perundang-undangan Barat ke dalam perundangan-undangan Daulah Khilafah,  pembiaran terhadap gerakan Turki Muda yang dipelopori Mustafa Kemal serta kebijakan-kebijakan lain yang justru mempercepat keruntuhan Khilafah Islamiyah.

Faktor Eksternal.
Adapun terkait faktor eksternal, keruntuhan Khilafah Islamiyah disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini:
1.   Adanya perang pemikiran dan peradaban (al-ghazw al-fikr wa al-ghazw ats-tsaqafi) yang digelar oleh orang-orang kafir.
Barat menyadari sepenuhnya, bahwa umat Islam tidak bisa dikalahkan selama mereka masih berpegang teguh dengan Islam.   Barat juga memahami bahwa umat Islam di seluruh dunia memiliki ikatan persaudaran yang sangat kuat, yakni persaudaraan yang tegak di atas ‘aqidah islamiyyah, dan bersatu bersatu di bawah kepemimpinan seorang Khalifah.  Mereka juga menyadari bahwa Khilafah Islamiyah adalah “jantung dan perisai” umat Islam.  Kaum Muslim hanya bisa dinamis, bergerak dan hidup ketika berada di dalam sistem Islam. Islam pun hanya bisa diterapkan secara sempurna dalam kehidupan individu, masyarakat dan negara di bawah naungan Khilafah Islamiyah.
Langkah pertama yang dilakukan oleh orang-orang kafir untuk menghancurkan Khilafah Islamiyah adalah memisahkan kaum Muslim dari Islam dan menanamkan ikatan baru di tengah-tengah mereka, yakni ikatan-ikatan ‘ashabiyyah semacam nasionalisme, mazhabisme sempit, sukuisme, patriotisme, dan lain sebagainya. Untuk itu, mereka menyebarkan paham sekularisme dan kebebasan untuk menghancurkan keterikatan kaum Muslim dengan Islam; juga paham nasionalisme untuk memecah-belah persatuan umat Islam serta untuk menumbuhkan benih-benih disintengrasi dalam Daulah Khilafah Islamiyah.
Agar rencana ini berjalan mulus, mereka mendirikan pusat-pusat kajian yang secara massif menyebarkan pemikiran-pemikiran yang ditujukan untuk mewujudkan dua hal di tersebut.  Mereka juga merekrut pemuda-pemuda Islam untuk dididik dengan pemikiran dan tsaqafah Barat.   Pemuda-pemuda inilah yang menyebarkan pemikiran dan tsaqafah Barat yang di kemudian hari menjadi sebab kehancuran Khilafah Islamiyah.
2.  Adanya upaya-upaya sistematis dari negara imperialis, khususnya Inggris, untuk melenyapkan Khilafah Islamiyah.
Inggris, dengan memanfaatkan sekutu-sekutu dan antek-anteknya, terus berusaha merongrong Khilafah Islamiyah.   Inggris, baik terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi, menjadi dalang pemberontakan melawan Khilafah Islamiyah. Begitu pula Prancis dan negara-negara imperialis Barat lainnya. Mereka terus mencaplok wilayah-wilayah Khilafah Islamiyah serta mengobarkan peperangan dan pemberontakan melawan Khilafah Islamiyah.  Lambat laun, Khilafah Islamiyah mulai melemah dan tidak mampu menjaga wilayah kekuasaannya yang amat luas.  Akibatnya, satu demi satu wilayah kekuasaan Khilafah Islamiyah jatuh ke tangan penjajah, mulai dari Asia, Afrika, Kaukasus, dan lain sebagainya.  Di pusat kekuasaan Khilafah Islamiyah, Inggris menyokong sepenuhnya gerakan Turki Muda yang dipimpin oleh Mustafa Kemal.  Melalui persekongkolan, intrik, pengkhianatan dan tipudaya licik, akhirnya Inggris berhasil melenyapkan sistem Khilafah yang agung dan mengganti Khilafah dengan sistem kenegaraan sampah, yakni demokrasi-sekular.
Inilah faktor-faktor penting yang menyebabkan keruntuhan Khilafah Islamiyah.
Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa Khilafah Islamiyah hanya bisa diruntuhkan melalui aktivitas pemikiran dan politik.   Barat tidak akan pernah sanggup meruntuhkan Khilafah dengan hanya bertumpu pada aktivitas militer.  Keberhasilan Barat meruntuhkan Khilafah Islamiyah sesungguhnya disebabkan karena mereka berhasil mengalahkan kaum Muslim pada perang pemikiran dan peradaban.

Cara Mengembalikan Khilafah Islamiyah
Bercermin pada sebab-sebab keruntuhan Khilafah Islamiyah, dapat dirumuskan langkah-langkah untuk mengkonstruksi kembali Khilafah Islamiyah. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut:
1.   Meninggikan taraf berpikir umat.
Taraf berpikir umat hanya bisa ditinggikan ketika umat Islam telah menjadikan Islam (akidah dan syariah) sebagai sudut pandang berpikir dan standar perbuatan mereka.   Umat harus dipahamkan bahwa realitas bukanlah dalil untuk menetapkan baik-buruk, terpuji-tercela serta halal-haram.  Realitas adalah obyek berpikir yang harus diubah dengan Islam.  Realitas harus disesuaikan dengan Islam, bukan Islam yang harus disesuaikan dengan realitas. Jika umat telah menyadari hal ini, terwujudlah irtifa’ al-fikr  (ketinggian berpikir) pada diri mereka.
2.    Membangun kesadaran politik (wa’yu as-siyasi).
Yang dimaksud dengan kesadaran politik bukanlah memahami kejadian maupun peristiwa politik, konstelasi politik internasional, maupun analisis-analisis politik. Kesadaran politik adalah memandang dunia dari sudut pandang Islam.  Kesadaran politik hanya bisa terwujud jika umat telah menjadikan Islam sebagai satu-satunya sudut pandang untuk melihat semua peristiwa dan kejadian yang terjadi di dunia.
3.  Mendirikan gerakan politik yang berasaskan Islam dan bertujuan untuk melangsungkan kembali kehidupan islami melalui penegakkan kembali Khilafah Islamiyah.
Mendirikan Daulah Khilafah Islamiyah adalah aktivitas politik, bukan aktivitas sosial, ritual keagamaan yang sempit, maupun aktivitas yang sifatnya akademik belaka.  Oleh karena itu, mendirikan Khilafah Islamiyah harus dimulai dengan mendirikan gerakan politik (partai politik) yang benar-benar memiliki kemampuan untuk mendirikan Khilafah Islamiyah.  Gerakan ini harus fokus pada perjuangan politik, tidak boleh berpaling pada aktivitas-aktivitas lain yang justru menyimpangkan dirinya dari tujuan dan garis perjuangan yang lurus.  Selain itu, ia harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, baik  persiapan yang menyangkut pemikiran, administrasi, kaderisasi serta persiapan-persiapan penting lainnya.  Ia juga harus menempuh manhaj dakwah Rasulullah saw. tanpa pernah bergeser seujung rambut pun.  Gerakan ini juga harus memampukan dirinya untuk memimpin umat, membimbing dan memandu mereka pada tujuan yang sama, yakni melangsungkan kembali kehidupan islami. Ia juga harus memaksimalkan dukungan dari simpul-simpul umat dan ahlul-quwwah, agar suasana perubahan semakin matang.  Di atas semua itu, gerakan ini juga harus menjaga keikhlasannya untuk hanya berjuang karena Allah SWT, bukan karena tendensi-tendensi lain.
Inilah langkah-langkah penting yang harus dilakukan oleh umat Islam untuk menegakkan kembali Khilafah Islamiyah.  Semoga Khilafah Islamiyah segera berdiri atas ijin dan ma’unah dari AllahSWT. WalLahu a’lam bi ash-shawab. [Oleh: Fathiy Syamsuddin Ramadhan An-Nawiy]

Sumber: hizbut-tahrir.or.id/
Read More

Rabu, 11 Maret 2015

Bahaya Pacaran Terbongkar Oleh Riset Ilmiah

بسم الله الرحمن الرحيم
Kebohongan Pelaku Pacaran (khalwat) Terbongkar Oleh Riset Ilmiah
Perintah untuk tidak berkhalwat (berdua-duaan) antara seorang pria dan wanita yang bukan mahram selama ini dipatuhi seorang mukmin sebagai ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Tapi, jarang dari kita yang mengetahui alasan ilmiah di balik perintah itu.
Kenapa hal tersebut dilarang dan dianggap berbahaya oleh syariat Islam? Bagian tubuh kita yang mana yang ternyata berpengaruh terhadap kondisi berdua duaan tersebut?
Baru-baru ini, sebuah riset ilmiah membuktikan sendiri tentang bahaya berdua duaan.
Para peneliti di Universitas Valencia menegaskan bahwa seorang laki laki yang berduaan dengan seorang wanita menjadi pemicu utama naiknya sekresi hormon kortisol.
Kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab terjadinya tegangan dalam tubuh. Meskipun subjek penelitian (seorang laki laki) yang diuji coba hanya dengan mengkhayalkan tentang seorang wanita dalam sebuah simulasi penelitian. Namun hal tersebut tidak mampu mencegah tubuh dari mengeluarkan hormon tersebut.
"Cukup anda duduk selama lima menit dengan seorang wanita. Dan anda akan membuktikan jika peningkatan hormon anda dalam proporsi tinggi betul betul nyata," inilah temuan studi ilmiah baru-baru ini yang dimuat pada Daily Telegraph!
Para ilmuwan mengatakan bahwa hormon kortisol sangat penting bagi tubuh dan berguna untuk kinerja tubuh tetapi dengan syarat mampu meningkatkan proporsi yang rendah, namun jika meningkatnya hormon dalam tubuh dan berulang terus proses tersebut, maka yang demikian dapat menyebabkan meningkatnya............NAFSU SEKSUAL.
Bentuk yang menyerupai alat proses hormon penelitian tersebut menyimpulkan bahwa tegangan yang tinggi hanya terjadi ketika seorang laki-laki berduaan dengan lawan jenis (bukan mahram), dan tegangan tersebut akan terus meningkat pada saat wanitanya memiliki daya tarik lebih besar!
Para peneliti mengatakan bahwa ketika ada lawan jenis disekitar pria, sang pria kemungkinan besar membayangkan bagaimana mulai membangun hubungan dengan sang wanita. Dan dalam penelitian lain, para ilmuwan menekankan bahwa situasi ini jika diulang (artinya jika keadaan seperti itu dibiarkan), bukan cuma mustahil akan bermunculan berbagai penyakit kronis, masalah psikologis dan kehancuran moral yang teramat parah tingkatnya, tetapi sudah memasuki hal yang PASTI. Inilah juga sebabnya Rosulullah saw berulang ulang mengingatkan kita agar berhati hati terhadap wanita, bahwa bencana besar sepeninggal beliau berasal dari KAUM WANITA
Sudah sejak 1500 tahun yang lalu Nabi saw bahkan memberi sinyal akan hal itu lewat sebuah hadits. "Tidaknya ada orang yang seorang laki-laki berkhalwat dengan wanita kecuali setan adalah yang ketiga"
Allah swt selaku sang Pencipta sudah betul betul memberikan manusia sebuah piranti lunak dan piranti keras termasuk petunjuk pemakaiannya. Tidak ada alasan lain bagi kita sebagai manusia selain bercermin dan membaca situasi itu lewat petunjuk pemakaiannya itu.
Jadi, jika ada dari pembaca situslakalaka yang melihat lawan jenis sedang berduaan, maka dari penjelasan ilmiah dan sinyal Allah swt diatas, YAKINLAH jika keduanya sedang terlibat sebuah getaran NAFSU yang sangat dahsyat, yang belum satupun makhluk di muka bumi ini yang bisa membendungnya apalagi menolaknya sekalipun itu seorang yang mengaku dirinya MUSLIM & MUSLIMAH.
Kalian setuju atau tidak, tetapi sungguh Allah telah membongkar kedok para pelaku PACARAN dengan sebuah pengetahuan modern dimana kalian berkiblat kepadanya. Jika anda masih berkeras, lalu ada rahasia apa dibalik perintah Allah swt yang menyuruh para orangtua memisahkan anak mereka ketika sudah berusia baligh? mengapa pula Allah swt mengatakan jika berduaan dengan Ipar berarti maut? belum cukupkah bukti bukti dimata anda? (mnh/alkaheel/eramuslim)
Semoga bermanfaat.

Sumber: https://www.facebook.com/pages/-Sahabat-Cinta-Berbagi-Ilmu

Read More